Hasil Tinju Pacman vs Antonio Margareto

Agen Bola

Hasil Tinju Pacman vs Antonio Margareto, Enam bulan lalu, promotor tinju Bob Arum menyebut Emmanuel Dapidran Pacquiao sebagai petinju terbaik. Dia bahkan membandingkan petinju Filipina itu dengan sang legenda, Muhammad Ali, yang juga pernah ditanganinya. Menurut Arum, 78 tahun, meski banyak dipuja, Ali juga dicerca, terutama saat menentang negaranya dalam Perang Vietnam. “Pacquiao berbeda, tidak ada yang membencinya,” katanya. Usai mengalahkan Antonio Margarito dan menyabet juara welter super World Boxing Council di Arlington Texas, Amerika Serikat, Ahad (14/11), Pacquiao jadi manusia pertama yang menyandang sabuk juara di delapan kelas berbeda. Pacquaio memulai karirnya enam belas tahun lalu, di kelas layang ringan, lalu naik di kelas layang, bulu, sampai terakhir sebelum laga ini di kelas welter.

Meski harus menambah bobot karena naik kelas, Pacquiao, 31 tahun, tidak kehilangan kelincahan kakinya. Dia juga tidak gentar menghadapi lawan yang menjulang 180 sentimeter, 11 sentimeter lebih tinggi darinya. Kecepatan tangan petinju southpaw, alias kidal itu, luar biasa. Pada ronde ke-4, dia melancarkan kombinasi ke arah badan, membuat pertahanan Margarito, yang mengandalkan double-cover di kepala, lengah. Secepat kilat pukulan kiri mendarat di wajah lawan dan membuat luka menganga di bawah mata. “Saya menjalani pertandingan dengan baik, sampai saya mendapat luka ini,” ujar Margarito, 32 tahun. Luka itu, ditambah kecepatan Pacquiao, membuat Margarito kelimpungan. Meski terkenal memiliki pukulan keras, tinju petinju berjuluk Badai dari Tijuana ini lebih sering memakan angin.

Sebaliknya, Pac-man, julukan Pacquiao, terus bergerak mengitari ring sambil melontar pukulan. “Bobot bukan segalanya, kecepatan lebih penting,” ujar pelatihnya, Freddie Roach. Pada ronde 11, wasit Laurence Cole sempat menghentikan pertandingan karena mata kedua mata Margarito tertutup bengkak. Pertandingan 12 ronde yang disiarkan TvOne itu berakhir dengan kemenangan mutlak untuk Pac-man. Juri Juergen Langos, Glen Crocker, dan Oren Schellenberger memberikan 120-108, 118-110, 119-109, tanpa kehilangan poin di satu ronde pun. Membuatnya mengantongi rekor 52 kali menang dengan 28 Knock Out, 3 seri, dan 2 kalah. Dominasi Pac-man menguatkan pendapat Arum. Saat ini dia sudah disematkan sebagai petinju terbaik antar kelas atau pound-for-pound boxer versi majalah The Ring, yang dianggap kitab suci dunia tinju. Namun, satu hal yang masih mengganjal Pacquiao: laga versus Floyd Mayweather Junior. Petinju AS ini merupakan yang terbaik di kelasnya. Pretty Boy, julukan petinju 33 tahun ini, jawara di lima kelas berbeda. Rekornya mengagumkan: menang di seluruh 41 laga, termasuk 25 kali menghempaskan lawan ke kanvas.

Laga Pacquiao kontra Mayweather dianggap sebagai satu laga impian sepanjang sejarah tinju. Beruntung, meski sudah jadi anggota kongres yang mewakili provinsi Sangarani di Filipina, Pac-man belum berniat gantung sarung tinju. “Saya akan terus bertarung,” ujarnya. Dia menyerahkan pertandingan melawan Mayweather pada promotornya, Bob Arum. “Saya hanya petinju,” kata Pac-man. Arum pun mengidamkan partai itu. “Itu akan jadi satu pertandingan terbesar dalam karir saya,” kata promotor dengan pengalaman 43 tahun itu.

Comments are closed.